Pahami Rumus dan Kondisi dalam Menggunakan Present Perfect Tense

Pahami Rumus dan Kondisi dalam Menggunakan Present Perfect Tense

Kampung Inggris Bandung E-PLC – Salah satu dari 16 tenses dalam Grammar Bahasa Inggris yang harus dipelajari adalah Present Perfect Tenses. Sudah tahukah rumus dan kondisi seperti apa tenses ini dapat digunakan?

Terlebih dahulu mari kita mengenal fungsi dari Present Perfect Tense yakni untuk menjelaskan kejadian masa lalu tanpa peduli kapan waktu persisnya terjadi, menerangkan atau menanyakan banyaknya pengulangan kejadian yang serupa di masa lampau, dan menjelaskan atau menanyakan tentang kejadian yang baru saja terjadi.

Secara umum, bentuk Present Perfect Tense dibagi menjadi positive, negative, dan interrogative, rumusnya seperti berikut ini:

Positive              

Subject + have/has + verb 3

Negative            

Subject + has/have not + verb 3

Subject + has/haven’t + verb 3

Interrogative    

Has/have + subject + verb 3 + … ?

Mari kita lihat bagaimana Tenses ini jika digunakan dalam kalimat

They have waited inside that building (Mereka sudah menunggu di dalam bangunan tersebut)

Dalam contoh kalimat positive present perfect tense yang memiliki subject “they” (mereka) dan “have waited” (sudah menunggu, dari asal verb “wait”) sebagai komponennya ini, kita dapat melihat kejadian menunggu tidak memiliki waktu yang pasti. Karena itu, “have waited” juga sekaligus menggambarkan fungsi present perfect tense.

Rina hasn’t completed her paperwork three times (Rina belum melengkapi tugas tertulisnya tiga kali).

Adanya “three times” (tiga kali) dalam contoh kalimat present perfect tense berbentuk negative ini berfungsi sebagai penerangan tentang banyaknya pengulangan kejadian yang terjadi, yakni “hasn’t completed” (belum melengkapi, dari asal verb “complete”, lengkap) yang dilakukan oleh Rina (subject).

Has Mirna just prepared her beaker? (Apakah Mirna baru saja mempersiapkan gelas bekernya?)

Bentuk interrogative dari contoh kalimat present perfect tense yang memiliki Mirna sebagai subject dan “has prepared” ((sudah) mempersiapkan, dari asal verb, “prepare”) ini berfungsi untuk menanyakan kejadian yang baru saja terjadi. Adanya “just” sebelum “prepared” membuktikan fungsi ini.

Selain dalam contoh kalimat, mari kita lihat penggunaan Present Perfect Tenses dalam percakapan, seperti berikut ini:

 

Bella: One of my staff hasn’t continued on her activities… My, this is too bad!

(Bella: Salah satu dari stafku belum melanjutkan aktivitasnya… Ya ampun, ini terlalu buruk!)

Mina: Have they done the mega-project 100 times? Why is that happening?

(Mina: Sudahkah mereka mengerjakan megaproyek 100 kali? Kok bisa hal seperti itu terjadi?)

Bella: I’ve just asked her personally. She said it’s all about personal problem.

(Bella: Aku baru saja menanyakan padanya secara pribadi. Dia bilang itu semua tentang masalah pribadinya.)

Mina: That was absurd. She could’ve found other reasons for not continuing!

(Mina: Itu benar-benar tidak jelas. Dia seharusnya bisa menemukan alasan-alasan lain untuk tidak melanjutkan!)

Mari kita lihat pada baris pertama contoh percakapan di atas yakni menunjukan kalimat negative dari present perfect tense. Bukti dari bentuk negative pada kalimat ber-subject “one of my staff” (salah satu dari stafku) ini adalah komponen “hasn’t continued” (belum melanjutkan, dari asal verb “continue”, lanjut) yang juga merupakan kegiatan yang dijelaskan.

Fungsinya sendiri adalah menjelaskan kejadian masa lalu tanpa peduli kapan waktu persisnya terjadi, dan ini terlihat dari “hasn’t continued”.

Kemudian, baris kedua dari contoh percakapan di atas memperlihatkan bentuk interrogative dari present perfect tense, mengingat adanya “have” dari “have done” (sudah mengerjakan, dari asal verb “do”) di awal kalimat. Dengan adanya “100 times” (100 kali), kalimat dialog present perfect tense dengan subject “they” dalam contoh percakapan ini juga menjelaskan fungsi untuk menanyakan tentang banyaknya pengulangan kejadian yang terjadi.

Setelah itu, ada bentuk positive dari present perfect tense pada baris dialog ketiga dari contoh percakapan. Bentuk positive pada kalimat ber-subject “I” (aku) ini dibuktikan dengan komponen “’ve asked” ((sudah) menanyakan, dari asal verb, “ask”, tanya). Adanya sisipan “just” pada kalimat dialog baris ketiga ini menunjukkan fungsi menyatakan kejadian menanyakan yang baru saja terjadi.

Setelah membaca semua rumus, contoh kalimat, hingga contoh percakapan, sekarang waktunya kita untuk terus berlatih membuat dan mempraktikan kalimat-kalimat Present Perfect Tenses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Konsultasi via Whatsapp